Selamat Datang Olivia, Punya Hal Baru Apa? (Linux Mint 15 Release)

Linux Mint 15 merupakan release paling ambisius sejak dari awalnya. MATE 1.6 dikembangkan secara luar biasa dan  Cinnamon 1.8 memberi sangat banyak fitur baru, termasuk screensaver dan control center yang disatukan (unified). Login screen sekarang dapat dibuat temanya di HTML5 dan dua tools baru, "Software Sources" dan "Driver Manager", muncul untuk kali pertama di Linux Mint.
Linux Mint 15 "Olivia" Cinnamon Edition

MDM

MDM sekarang menampilkan 3 greeter [sapaan] (maksudnya aplikasi login screen):
  • sebuah GTK greeter
  • sebuah GDM greeter, yang memiliki ratusan theme
  • Sebuah 'trend baru' HTML greeter, juga themeable (dapat digunakan untuk mengubah theme) yang mendukung sebuah generasi baru theme, theme animasi dan interaktif
Login screen interaktif dan animatif, dengan HTML5
HTML greeter mendukung hampir semua teknologi Web seperti HTML5, CSS, Javascript, WebGL dan dapat digunakan untuk membuat login screen animatif dan interaktif yang indah.
Linux Mint 15 menawarkan koleksi theme GDM dan HTML animatif untuk MDM, termasuk WebGL theme yang dinamakan "Clouds GL" yang mensimulasi (bentuk) melayang-layang 3D melintasi awan-awan
Tampilan GTK greeter dikembangkan, dan GDM greeter sekarang dapat (digunakan) untuk menggambar bingkai (frame) di sekitar text saat theme membutuhkannya.(ini memperkaya kualitas beberapa GDM themes secara signifikan).
MDM mengalami banyak kemajuan "under the hood" (secara internal) dan perbaikan-perbaikan bug dalam 6 bulan terakhir.
MDM configuration tool, mdmsetup, tampak lebih baik dan lebih intuitif daripada sebelumnya.

Software Sources

Sebuah tool baru dinamakan MintSources, aka "Software Sources", dikembangkan dari 'goresan' dengan distribusi derivatif dalam angan (terutama Linux Mint, juga LMDE, Netrunner dan Snow Linux). Ini menggantikan software-properties-gtk dan diadaptasi dengan sempurna untuk mengatur software sources di Linux Mint.
Dari main screen kita dapat membuat optional components (menjadi) enable atau disable dengan mudah dan mengakses backports, unstable packages dan source code:
Software Sources tool baru
Kita juga dapat berpindah ke mirror yang lebih cepat hanya dengan satu klik mouse. Tool melakukan speed test atas seluruh mirror yang ada:
Speed test cepat untuk memilih mirror yang tercepat.
MintSources juga memiliki fitur untuk PPA, 3rd party repositories dan authentication keys management.
Sebuah "Maintenance" section untuk solusi bagi problem umum APT.

Driver Manager

Tool lain yang dikembangkan pada Linux Mint 15: MintDrivers, "Driver Manager".
Driver Manager
MintDrivers berpijak pada Ubuntu backend yang sama dan bekerja dengan cara yang sama sebagaimana software-properties-gtk. Ia bahkan tampak sedeikit lebih baik:
  • "Driver Manager" merupakan sebuah aplikasi independen, terpisah dari "Software Sources" dan dapat dibuka (launch) langsung dari menu.
  • Drivers diurutkan berdasar package name, dan versinya disebutkan dengan jelas (khusus untuk driver nVidia kita dapat memilih sesuai dengan versinya bukannya mengikuti apa yang "baru (current)" atau "updates").
  • Devices dari merk populer (nVidia, ATI, Broadcom, Samsung...) diilustrasikan dengan ikon.

Cinnamon 1.8

Cinnamon 1.8 merepresentasikan 7 bulan pengembangan dan 1.075 tindakan (penelitian). Ini bukan saja memperlihatkan banyak perbaikan bug namun juga 'model' fitur baru dan banyak kemajuan.

File Manager

Nemo mendapatkan banyak perhatian. User interfacenya dimodifikasi dan langkahnya diadaptasi untuk berintegrasi dengan Cinnamon dengan cara yang lebih baik.
Nemo, Cinnamon file manager
Kita dapat dengan mudah menyembunyikan sidebar dan bolak balik antar tempat dan tampilan (treeview). Di bagian bawah tiap tempat, jika aplicable, bar kecil menunjukkan berapa banyak space yang digunakan.

Desklets

KDE menyebutnya Plasmoids, Android menyebutnyaWidgets, di Cinnamon disebut “Desklets”. (Dengan) cara yang sama yang kita gunakan untuk menambah applets ke panel, kita dapat menambahkan deslets ke dekstop.
Beberapa desklet Cinnamon 
Cinnamon 1.8 memuat 3 desklets yang dinstall secara default ( launcher,  clock dan photoframe) dan lebih banyak lagi yang akan hadir dari komunitas (ya, sebelum orang bertanya, ada xkcd desklet di luar sana).

Screensaver

Cinnamon sekarang menampilkan screensaver nya sendiri. Salah satunya adalah bahwa kita dapat menuliskan sebuah pesan sebelum mengunci screen.
Kita dapat meng-set pesan sebelum mengunci screen.
Orang yang melihat (screen) dapat melihat pesan tersebut ketidak kita tidak ada (di depan komputer).
Cinnamon screensaver

Control Center

Semua configuration modules sekrang ada di Cinnamon Settings. Kita tidak perlu lagi menggunakan Gnome Control Center.
System settings di Cinnamon

Spices Management

Di Cinnamon 1.8 kita dapat menginstall “spices” (yaitu applets, desklets, themes, extensions) langsung dari desktop. Kita tidak lagi perlu melakukan browsing dari http://cinnamon.linuxmint.com.
Download applets baru dari komunitas sekarang jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya
Kita juga dapat mengaplikasikan updates dan jika (aplikasi) Spice mendukung kita dapat menggunakan beragam cara instan untuk melakukannya.

System improvements

Renderer detection
Muffin sekarang melakukan pengecekan di mana renderer digunakan. Jika ini menggunakan Software Renderer (kasus ketika ada masalah dengan driver atau ketika card tidak menunjukkan akselerasi apapun) sebuah peringatan (notifikasi) muncul agar pengguna mengetahui masalahnya.
Fallback mode
Cinnamon tidak lagi menggunakan gnome-session untuk fallback (kembali pada kondisi sebelumnya). Dalam beberapa kasus gnome-session tidak membolehkan Cinnamon untuk berjalan meskipun melalui hardware yang mampu untuk menjalankan Cinnamon. Keterbatasan gnome-session lainnya adalah ketidakmampuannya untuk restart Cinnamon setelah terjadi crash. Di Cinnamon 1.8, Cinnamon selalu menggunakan Cinnamon, jadi komputer akan mencoba menjalankan Cinnamon apapun yang terjadi.
Cinnamon juga menggunakan sebuah 'lapisan' (wrapper) untuk melakukan restart dengan sendirinya dan memperbaiki diri dari potensi crash. Ketika Cinnamon mengalami crashes maka akan langsung kembali pada kondisi (normal) sebelumnya (fall back) di Metacity dan bertanya kepada users apakah ia ingin melakukrestart atau tidak.

New features for developers

Settings API for Applets/Desklets
Jika kita seorang Applet/Desklet developer, jangan gunakan gsettings lagi. Cinnamon 1.8 memiliki fitur API setting yang akan melakukan seluruh pekerjaan untuk kita.
  • Ia akan men-set up setting dan default value secara otomatis.
  • Ia akan mengijinkan kita untuk mengakses setting semudah mengakses value dalam sebuah array.
  • Ia akan membuat sebuah configuration screen secara otomatis.
Dengan kata lain, kita cukup menentukan setting dan menggunakannya di applet/desklet, dan Cinnamon akan mengerjakan yang lainnya. Sebuah configuration screen secara otomatis dibuat untuk kita dan user dapat mengkonfigurasi setting yang kita buat dari System Settings :)
Nemo actions
Dengan menempatkan sebuah file aktif di /usr/share/nemo/actions kita dapat menambah item ke menu konteks dengan klik kanan Nemo.
Standalone Looking Glass
Jika kita banyak menggunakan Looking Glass, kita mungkin ingin versi mandirinya (standalone version) ...sekarang hal itu bisa.
Untuk membukanya, jalankan perintah berikut: “cinnamon-looking-glass”.

Other new features:

  • Hot-corner configuration yang lebih baik
  • Coverflow Alt-Tab
  • Timeline Alt-Tab
  • Horizontal/Vertical maximizing of windows (maksimalisasi windows baik Horizontal maupun Vertikal)

MATE 1.6

MATE 1.6 merepresentasikan 8 bulan pengembangan dan 1.800 tindakan (penelitian).

Infrastructure changes

MATE 1.6 merupakan satu langkah besar untuk maju bagi proyek MATE sebagaimana banyak banyak deprecated packages danlibraries digantikan dengan teknologi baru yang terdapat dalam GLib.
Meskipun perubahan ini tidak tampak di desktop, namun membuat proyek MATE memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan sebelumnya dan jauh lebih mudah untuk dikelola dan dikembangkan.
Teknologi MATE berikut ini dihilangkan:
  • mateconf digantidengan gsettings
  • matecorba dan matecomponent digantidengan dbus
  • matevfs diganti dengan gio/gvfs
  • libmatenotify diganti dengan libnotify
  • libmate, libmateui, libmatecanvas, libmatecomponentui dan mate-mime-data dihentikan
Di Linux Mint, mintDesktop dan mintMenu dimigrasikan secara utuh di MATE 1.6.
mintDesktop dan mintMenu mengalami banyak perubahan dan sekarang compatible dengan MATE 1.6.

New features and improvements

Caja, MATE file manager, memiliki fitur tampilan folder (place) dalam sidebar. Juga menampilan thumbnail yang lebih baik dari Nemo dan dialog "Connect Server" baru dari Nautilus.
Caja, MATE file manager
Dengan menggunakan window list, windows sekarang dapat ditutup dengan klik tengah di mouse.
The workspace switcher (perpindahan workspace) menampilkan sebuah opsi baru untuk melintas workspace dengan roda mouse (mouse wheel).
Notifikasi lebih cerdas dan sekarang memungkinkan untuk menetapkan monitor mana yang digunakan untuk menampilkannya. 
Notifikasi dapat diatur pada monitor tertentu
Opsi baru manajemen windows yang tersedia:
  • Buka windows baru di tengah screen
  • Enable compositing (memungkinkan untuk melakukan penggabungan)
  • Fast alt-tab (alt-tab yang bekerja cepat)
Kalculator diberi tombol-tombol baru untuk mendukung fungsi trigonometri.
Default terminal application sekarang dapat diset.
MATE 1.6 menambah support untuk MPRIS2 guna mengirimkan tombol media (media keys) ke media players.
Saat mengalami crash, mate-settings-daemon sekarang mampu memperbaiki diri dan secara otomatis dilakukan restart oleh mate-session.

Software Manager

Software Manager memiliki beberapa fitur baru dan perbaikan bug.
  • Pagination sekarang diotomatiskan. Software Manager menghasilkan lebih banyak hasil ketika kita mencari di bagian bawah list.
  • Large scores (nilai besar) diperbaiki dan tidak ada lagi cut-off ('ngadat').
  • Memungkinkan untuk melakukan pencarian dengan kategori tertentu.
  • Packages dari "Java" sekarang muncul di kategori "Programming" .

System improvements

Update Manager sekarang dapat me-refresh APT cache di user mode dan tanpa intervensi apapun dari user.
Welcome Screen mengalami banyak perbaikan bug dan tampilannya agar diperbaharui.
Welcome Screen
MintNanny dikembalikan pada GTK+.
Totem 3.4 dipilih sebagai the default video player bagi Linux Mint 15 untuk memberi fungsi DVD playback.

Artwork improvements

Linux Mint memiliki koleksi foto background indah dari 12 artis yang berbeda.
Koleksi background yang indah
Perhatian khusus diberikan untuk aplikasi Mint-X to make GTK+ and GTK3 (sehingga) tampak lebih mirip.
Plymouth theme di-update dan sekarang menampilakn logo Linux Mint logo fade-in effect.

Upstream components

Linux Mint 15 menggunakan upstream components berikut: Ubuntu 13.04 package base, Linux 3.8 kernel, MDM 1.2, Cinnamon 1.8, MATE 1.6.
Terjemah Bebas dari New Features in Linux Mint 15

Membuat Router di PC Menggunakan Linux Mint 12 'Lisa'

Apa siih sebenarnya router itu? Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jarigan atau internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai istilah routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti internet protokol) dari stack protokol 7 lapis layer OSI.
Spesifikasi minimum untuk membuat sebuah router PC adalah sebagai berikut :
  • Siapkan 2 buah PC / laptop. Satu sebagai PC server dan satunya lagi sebagai PC client.
  • Siapkan sebuah kabel LAN untuk koneksi peer-to-peer antar kedua komputer.
  • Komputer server harus di install iptables.
Sebelumnya akan saya jelaskan dulu kronologinya.
PC Server mempunyai IP 192.168.4.1 → kelas C.
Lalu PC Server membuat sebuah IP alias baru IP 170.2.3.1 → kelas B.
Sedangkan PC Client mempunyai IP 192.168.4.2 → kelas C.
Tahap pertama PC client berusaha ping ke PC server (192.168.4.1), kebanyakan tahap tersebut sukses, karena kelasnya sama. Lalu PC client berusaha ping lagi ke alias PC Server (170.2.3.1), nah karena kelas sudah berbeda maka hal tersebut sering terjadi error. Masalah tersebut yang akan di eksekusi pada pertemuan kali ini, yaitu dengan membuat router.
Langkah pertama adalah cek apakah iptables sudah terpasang pada PC server :
Jika sudah terinstall, maka tidak perlu untuk menginstallnya kembali. Jika belum terinstall maka bisa diketikkan perintah
sudo apt-get install iptables
Langkah selanjutnya adalah cek alamat IP address pada PC server. Ketikkan perintah di terminal
ifconfig
Pada komputer saya kebetulan sudah disetting IP addressnya 192.168.4.1. Jika belum disetting maka kita bisa setting manual, caranya adalah sebagai berikut. Buka menu Network Connections, lalu pada tab wired bisa dipilih Add untuk buat koneksi wired baru. Lalu pada tab IPv4 setting buat IP addressnya sesuai dengan keinginan. Namun contoh disini menggunakan 192.168.4.1.
Jika sudah disetting kita bisa lanjut untuk membuat alias IP di PC server.
Nah disini setelah kita buat alias, cek lagi ifconfig maka akan terdapat eth0:1. Yaitu alias yang baru saja dibuat.
Setelah itu kita setting interfaces, cara adalah sebagai berikut. Ketikkan
sudo gedit /etc/network/interfaces
Lalu isikan seperti ini :
Setelah semua beres, kita lanjut ke tahap selanjutnya yaitu konfigurasi NAT dengan IP tables.
Ketikkan perintah berikut, namun sebelumnya harus login dulu sebagai root.
 
sudo iptables –F
sudo iptables -t nat –F
sudo iptables –X
sudo iptables -t nat –X
sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
sudo iptables -A FORWARD -i eth0 -j ACCEPT
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
sudo iptables-save
Lalu kita akan cek apakah kita sudah tersambung ke PC client. Sebelumnya setting IP di PC client dengan 192.168.4.2. Oke, kita ping melalui terminal dengan perintah ping 192.168.4.2. Ternyata dijawab, berarti server sudah terhubung client.
Lalu kita cek pada PC client. Pertama kita ping dulu ke 192.168.4.1 (IP server).  Ternyata dijawab oleh client, berarti berhasil. 
Lalu kita ping pada alias yang kita buat di server (170.2.3.1), dan ternyata dijawab lagi. Berarti router yang kita buat sepenuhnya berhasil.
Oh iya sebelum kita ping alias kita harus buat sedikit konfigurasi di PC client. Caranya adalah sebagai berikut , buka terminal lalu ketikkan
sudo gedit /etc/network/interfaces
Isi dengan isian sebagai berikut :
Kita coba buat alias sekali lagi, lalu kita ping alias baru tersebut dari client. Apakah berhasil?? coba saja dulu.. hehe
Disini kelihatan kalo sekarang ada eth0, eth0:1, dan eth0:2. Alias yang baru adalah eth0:2 dengan IP address 10.5.4.3 (kelas A). Sekarang kembali lagi ke PC client dan berusaha ping alias yang baru.
Dan ternyata dijawab lagi. Berari kita sudah berhasil membuat router PC dengan menggunakan Linux Mint Lisa.
Oke, cukup sekian tutorial membuat router pada PC menggunakan Linux Mint Lisa. Semoga dapat bermanfaat. Amiin. 

Format Junkie; Aplikasi untuk melakukan konversi file multimedia

  
Format Junkie adalah sebuah aplikasi unik yang dapat digunakan untuk melakukan konversi file multimedia (gambar/foto, audio maupun video), dan bahkan dapat digunakan untuk melakukan konversi file program menjadi file iso, serta mengkonversi file iso menjadi file disc image lainnya (dalam hal ini CSO disc image). 
Aplikasi ini juga memberikan pilihan sangat beragam bagi pengguna dalam melakukan konversi file multimedia (ada beragam jenis ekstensi file yang dapat dilakukan konversi dari maupun ke, semua merupakan format ekstensi file yang sudah sangat akrab bagi penikmat multimedia).
Tampilan Format Junkie
Lebih jelasnya, berikut fitur konversi yang dapat dilakukan dengan aplikasi ini:
  • Audio: melakukan konversi antar file audio dengan format: mp3, mp2, wav, ogg, wma, flac, m4r, m4a dan aac
  • Video: melakukan konversi antar file video dengan format: avi, ogv, vob, mp4, vob, flv, 3gp, mpg, mkv, wmv
  • Image: melakukan konversi antar file gambar (image) dengan format: jpg, png, ico, bmp, svg, tif, pcx, pdf, tga, pnm
  • Iso|Cso: Membuat .iso dari file-file (program) yang telah kita pilih, mengkonversi file .iso ke .cso, demikian juga sebaliknya.
  • Advanced: melampirkan (encode) subtitles (terjemah) ke sebuah file .avi.
Untuk menginstall FormatJunkie di Ubuntu/Linux Mint (instalasi online):
1. Buka Terminal (tekanCtrl+Alt+T)
2. Ketik atau copy paste command line berikut ini ke Terminal:
     sudo add-apt-repository ppa:format-junkie-team/release
     sudo apt-get update
     sudo apt-get install formatjunkie
Demikian cara melakukan instalasi Format Junkie. Mudah kan, semoga bermanfaat.

Mengaktifkan Shortcut Keyboard untuk Copy-Paste di Terminal

Bagi temen-temen yang merasa agak ribet untuk copy - paste di terminal karena harus blok lalu klik kanan copy / paste. Temen-temen bisa mengaktifkan fitur Ctrl + C (untuk copy) dan Ctrl + V (untuk paste) di terminal. Caranya seperti ini , ketik di terminal:
Perintah Ctrl + C (copy) :
gconftool-2 -s /apps/gnome-terminal/keybindings/copy -t str '<ctrl>c'
Perintah Ctrl + V (paste) :
gconftool-2 --type string --set /apps/gnome-terminal/keybindings/paste '<ctrl>v'
Untuk menghentikan peritnah yang sedang berjalan di terminal, Anda dapat menekan Shift + Ctrl + C seperti yang biasa Anda lakukan dengan perintah Ctrl + C. 
 
Semoga bermanfaat...

Menginstall KBBI di Linux Mint

Setelah postingan saya yang sebelumnya tentang aplikasi kamus yang bernama gkamus. Kali ini ada satu lagi kamus berbahasa Indonesia, namanya Stardict KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sebenarnya installasi Stardict ini karena terinspirasi dari Blankon Pattimura yang sudah include di dalamnya.
Oke langsung saja, untuk installasinya di Linux Mint 12 caranya sebagai berikut :
sudo add-apt-repository ppa:tldm217/tahutek.net
 
Setelah add repository Anda harus mengganti nama rilis Oneiric menjadi Natty. Buka Software Sources > Other Software > Cari PPA dari tahutek > Klik Edit > Ganti Oneiric menjadi Natty.
sudo apt-get update
sudo apt-get install stardict-kbbi

Dan kamus bahasa Indonesia siap kita gunakan, semoga bermanfaat. Copas dari : Menginstall Stardict KBBI di Linux Mint

Keterangan:

Untuk Linux Mint di atas 12 caranya sama, yaitu dengan mengganti versi Ubuntu yang digunakan dengan Natty (ingat Linux Mint merupakan versi turunan dari Ubuntu Oneiric)

Install GKamus di Linux Mint

Tutorial kali ini mengenai bagaimana menginstall GKamus. Gkamus adalah aplikasi penerjemah (kamus) bahasa Indonesia ke bahasa Inggris maupun sebaliknya. GKamus ditulis oleh orang Indonesia sendiri menggunakan bahasa C. Yang mau download silahkan klik disini. Kemudian silahkan lakukan offline install dengan mengetikkan command line di Terminal:
sudo dpkg -i gkamus_0.3-1_i386.deb
Untuk yang mau install lewat PPA ini tutorialnya (saya menggunakan Linux Mint 12) :
 
sudo add-apt-repository ppa:tldm217/tahutek.net
 
Setelah add repository Anda harus mengganti nama rilis Oneiric menjadi Karmic. Buka Software Sources > Other Software > Cari PPA dari tahutek > Klik Edit > Ganti Oneiric menjadi Karmic.
sudo apt-get update
sudo apt-get install gkamus
Selamat sebuah kamus Indonesia - Inggris mini telah terinstall di Linux Anda. Semoga cukup membantu..  :D
Sumber : Menginstall GKamus di Linux Mint 12 Keterangan: Untuk Linux Mint di atas 12 caranya sama, yaitu dengan mengganti versi Ubuntu yang digunakan dengan Karmic (ingat Linux Mint merupakan versi turunan dari Ubuntu Oneiric)  

Xdman, Download Manager serupa Idman

Beberapa waktu lalu admin membuat posting tentang download manager di Linux yang memiliki fungsi dengan IDman di Windows, yakni Prozilla dan Flareget. Beberapa hari lalu, ketika melakukan googling, admin menemukan satu lagi download manager yang mirip dengan IDman, baik dalam tampilan maupun dalam kecepatan download, yang dapat digunakan di Linux, yang dikenal dengan nama Xtreme Download Manager (Xdman). Berbeda dengan Prozilla dan Flareget, Xdman sebenarnya bukanlah merupakan download manager yang hanya diperuntukkan Linux, namun multisystem (bisa juga digunakan untuk Windows dan Mac).
Tampilan Xdman

Cara Instalasi Xdman di Linux Mint: 1. Silahkan download Xdman (berbentuk .zip) 2. Ekstrak file kompresi Xdman (di Linux Mint cukup dengan klik dua kali kemudian pilih ekstrak)

3. Buka direktori Xdman di Terminal (cukup dengan klik kanan pada direktori kemudian pilih Open in Terminal)

4. Ketik command line:      chmod +x xdman.sh 5. Silhkan buka xdman dengan mengetik command line:      sh xdman.sh 6. Xdman siap digunakan. Keterangan:

Untuk selanjutnya, kita dapat membuka Xdman dengan cara masuk ke direktori xdman kemudian double click di xdman.sh kemudian pilih run)

Cara integrasi Xdman dengan browser: 1. Buka Xdman  2. Integrasi Xdman dengan Firefox:    a. Buka Firefox    b. Klik Tools pada tag text di Xdman dan pilih Browser Integration

  c. Drag icon xdman ke Bookmaks Toolbar kemudian klik hasil drag.   d. Klik install ketika muncul menu untuk mengintegrasikan xdman di Firefox

  e. Restrast Firefox dan silahkan klik kanan pada halaman, akan muncul menu baru Download with XDM

2. Integrasi dengan Google Chrome (Chromium)/Browser lain    a. Buka Google Chrome (Chromium)    b. Klik Tools pada tag text di Xdman dan pilih Browser Integration    c. Pilih Monitor All Browsers

   d. Pilih Manual Configuration, kemudian ikuti petunjuk yang terdapat di dalamnya Keterangan:

1. Untuk dapat menggunakan Xdman terlebih dahulu kita harus mengaktifkannya (dengan membukanya) sebelum digunakan untuk melakukan download
2. Sebenarnya Xdman membutuhkan aplikasi Java, namun untuk pengguna Linux Mint tidak perlu melakukan instalasi Java karena sudah terinstal secara otomatis ketika melakukan instalasi Linux Mint (Linux Mint 12 ke atas)
Selamat mencoba, semoga bermanfaat

FlareGet: Download Manager a la IDM di Linux

Mungkin bagi teman-teman user Linux (terutama Ubuntu dan variannya), Prozilla adalah salah satu Download Manager yang memiliki speed sebanding dengan IDM di Windows, namun tampilan Prozilla sangat berbeda dengan IDM (meskipun Prozila versi GUI juga sudah ada). 
FlareGet adalah salah satu Download Manager untuk Linux yang dapat dikatakan memiliki cara kerja dan tampilan sangat mirip dengan IDM di Windows. Aplikasi ini mengklaim dirinya sebagai download manager terbaik di Linux. flareGet ringan untuk dijalankan, mudah digunakan, dan yang pasti dapat men-download dengan multi-koneksi sehingga lebih cepat.

Tampilan FlareGet

Fitur utama FlareGet:
  • Download lebih cepat: flareGet menggunakan segmentasi file secara dinamis untuk mempercepat download.
  • Gratis dan 100% bersih: Meskipun aplikasi ini tidak opensource namun kalian dapat menggunakannya dengan gratis.
  • Mendukung protokol HTTP, HTTPS, dan FTP.
  • Kategori file yang di-download berdasarkan ekstensi file, sama seperti IDM.
  • Dukungan terhadap application indicator di Ubuntu.

Install FlareGet 

Pertama-tama, silakan unduh file installer-nya di sini. Setelah proses unduh selesai, silahkan ekstrak lebih dahulu (file berbentuk .tar.gz). Kemudian silahkan masuk ke Terminal dan instal file *.deb sesuai dengan arsitektur komputer kalian (32bit atau 64bit):

sudo dpkg -i nama file.deb (misal: sudo dpkg -i flareget-1386.deb)

Keterangan: Meski disebutkan bahwa FlareGet mulai dapat digunakan secara efektif pada Ubuntu 12.04, namun aplikasi ini ternyata juga bisa berjalan dengan baik pada Linux Mint 12 'Lisa'.

Selamat mencoba...semoga bermanfaat.... Sumber: FlareGet; Download Manager Mirip IDM untuk Ubuntu

Membuat Smartfren Xtream Plug and Play di Linux Mint 12 Mint

Admin pernah membuat pos tentang bagaimana mengkoneksikan modem smartfren Xtre@m di linux (khususnya Ubuntu dan turunannya, Linux Mint), namun dalam posting tersebut kita mesti tetap melakukan beberapa langkah (3 langkah) setiap kali kita akan mengkoneksikan modem dengan internet di linux. 
Kali ini admin akan berbagi cara membuat modem smartfren Xtre@m bisa terkoneksi secara otomatis (plug and play), sehingga setelah instalasi kali pertama kita tinggal mengkoneksikan modem dengan usb kemudian tunggu beberapa saat dan tara....otomatis kita langsung bisa terkoneksi dengan internet.

Langkah untuk membuat modem smartfren Xtre@m plug and play adalah:
1. Hubungkan modem smartfren Xtre@m dengan PC/Laptop
2. Buka Terminal / Console (Ctrl+ Alt + T)
3. Ketik command line:
    sudo su
    (perintah agar kita masuk sebagai super user)
    masukkan password root
4. Ketik command line:

    lsusb

Perhatikan bagian bergaris bawah merah pada line T & A Mobile Phones, tidak semua memiliki hasil yang sama (pada PC yang admin gunakan hasilnya 1000).
5. Ketik command line :

    sudo gedit /etc/udev/rules.d/99-usb-modem.rules
6. Isi dengan script berikut (copy paste saja untuk lebih mudahnya):

SYSFS{idVendor}=="1bbb",SYSFS{idProduct}=="011f",RUN+="/usr/bin/eject%k"
#
#
ACTION!="add",GOTO="modprobe_end"
SUBSYSTEM=="usb",ATTRS{idVendor}=="1bbb",ATTRS{idProduct}=="0106",RUN+="/sbin/modprobe usbserial vendor=0x%s{idVendor} product=0x%s{idProduct}",MODE="660",GROUP="dialout"
LABEL="modprobe_end"

Keterangan: Ganti bagian yang berwarna merah sesuai dengan yang ditampilkan saat kita menggunakan perintah lsusb (di PC yang admin gunakan hasilnya 1000)
Kemudian simpan (save)/Ctrl + S

6. Tunggu beberapa saat lalu klik ikon Network Connection di bagian kanan atas (mulai Mint 12 Lisa) biasanya otomatis akan muncul Mobile Broadband, tinggal klik dan koneksi internet siap digunakan. 

Jika kurang jelas untuk langkah keenam ini silahkan klik di sini. (mulai item ketiga)
Selanjutnya untuk menggunakan modem ini kita cukup menghubungkan modem dengan PC/laptop kemudian tunggu beberapa saat (kira-kira 30 detik), lalu klik Network Connection di kanan atas (notifikasi) dan internet siap digunakan.
Keterangan:
Berdasar pengalaman admin, cara di atas hanya berlaku untuk PC/Laptop yang memiliki CD/DVD ROM, sedang yang tidak kita perlu membuka Terminal kemudian mengetikkan command line
sudo eject /dev/sr0 
(untuk kali pertama dilakukan setelah langkah ke 5 dan untuk koneksi selanjutnya dilakukan setelah menghubungkan modem dengan PC/laptop, tunggu beberapa saat baru kemudian klik Network Connection).
Semoga bermanfaat...